Surakarta, 29 April 2026 – Sejumlah mahasiswa semester 2 Program Studi Ilmu Administrasi Negara (IAN) aktif berpartisipasi dalam Lomba Debat Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) tingkat universitas yang digelar baru-baru ini. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, argumentasi, serta pemahaman mendalam terhadap isu-isu kebangsaan dan konstitusi. Lomba Debat MKWK merupakan kompetisi tahunan yang biasanya melibatkan mata kuliah wajib seperti Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Kompetisi ini bertujuan meningkatkan kesadaran berkonstitusi serta melatih mahasiswa dalam menyusun argumen yang logis, tajam, dan berbasis bukti saat membahas berbagai tema aktual. Mahasiswa semester 2 Prodi IAN yang tergabung dalam tim debat menunjukkan antusiasme tinggi selama persiapan. Mereka melakukan diskusi kelompok, riset mendalam, serta simulasi debat untuk mempersiapkan diri menghadapi lawan dari program studi lain di lingkungan universitas. Meski baru berada di semester awal, para peserta berhasil menampilkan performa yang cukup kompetitif.
Salah seorang peserta, misalnya, mengungkapkan bahwa pengalaman ini membuka wawasannya tentang pentingnya peran administrasi negara dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa. “Kami belajar bagaimana menyusun argumen yang kuat sambil tetap menghargai perbedaan pendapat. Ini sangat bermanfaat untuk masa depan karir di sektor publik,” katanya. Pelaksanaan lomba debat MKWK tingkat universitas ini diikuti oleh puluhan tim dari berbagai fakultas dan program studi. Kompetisi berlangsung dalam beberapa babak, mulai dari penyisihan hingga final, dengan dewan juri yang terdiri dari dosen ahli di bidang hukum tata negara, komunikasi, dan ilmu sosial. Partisipasi mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Negara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya debat yang sehat di kalangan mahasiswa baru. Selain itu, kegiatan tersebut sejalan dengan tujuan MKWK untuk membentuk karakter mahasiswa yang kritis, bertanggung jawab, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Pihak program studi menyatakan akan terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai kompetisi akademik. “Kami bangga dengan semangat mahasiswa semester 2 yang mau terlibat. Prestasi di lomba debat dapat menjadi modal berharga untuk pengembangan soft skills mereka,” tambah ketua program studi. Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan seperti ini, diharapkan akan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pemikiran yang matang dan argumentasi yang berkualitas.n Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari civitas akademika universitas sebagai upaya nyata dalam mengintegrasikan pembelajaran MKWK dengan praktik langsung di lapangan.




